Pengertian Genre Musik EDM
Pengertian Genre Musik EDM

Pengertian Musik Edm

EDM adalah singkatan dari “Electronic Dance Music” yang merupakan genre musik elektronik yang populer. Genre EDM adalah genre musik yang dibuat dengan penggunaan berbagai peralatan elektronik dan teknologi komputer. Ini mencakup beragam gaya dan subgenre musik elektronik yang dirancang untuk membuat pendengarnya bergerak, menari, dan merasakan energi. Beberapa subgenre EDM yang terkenal termasuk house, techno, trance, dubstep, drum and bass, dan banyak lagi.

EDM menggunakan berbagai jenis instrumen elektronik, seperti synthesizer, drum machine, dan komputer, untuk menciptakan suara-suaranya. Musik EDM seringkali memiliki beat yang kuat dan ritme yang berirama, serta banyak variasi dalam penggunaan efek suara, lapisan suara, dan perubahan dinamika.

Selain itu, EDM seringkali digunakan di klub malam dan festival musik karena energinya yang tinggi dan kemampuannya untuk membuat kerumunan bergoyang. Musik EDM juga sering dikombinasikan dengan visual dan tampilan panggung yang spektakuler untuk menciptakan pengalaman hiburan yang lengkap bagi penonton.

Selain aspek hiburan, EDM juga telah menjadi budaya dan gaya hidup tersendiri bagi banyak orang, dengan penggemar dan penggemar yang bersemangat yang sering mengikuti DJ dan produser musik elektronik favorit mereka serta mengikuti festival-festival EDM terkenal di seluruh dunia.

Baca juga: teknik dalam aransemen lagu

Sejarah Perkembangan Musik EDM

Sejarah perkembangan musik EDM (Electronic Dance Music) melibatkan evolusi yang panjang dari awal abad ke-20 hingga menjadi salah satu genre musik elektronik yang paling populer dan berpengaruh di dunia. Berikut adalah beberapa titik penting dalam sejarah perkembangan musik EDM:

  1. Awal Abad ke-20: Perkembangan alat musik elektronik dimulai pada abad ke-20 dengan penemuan instrumen elektronik seperti theremin dan ondes Martenot. Meskipun ini bukan EDM dalam bentuknya yang modern, ini adalah awal dari eksperimen dengan suara elektronik.
  2. 1950-an dan 1960-an: Pada dekade ini, komponis seperti Karlheinz Stockhausen dan Pierre Schaeffer menciptakan musik elektronik eksperimental menggunakan peralatan elektronik. Mereka adalah pelopor dalam penggunaan elektronika dalam musik klasik kontemporer.
  3. 1970-an: Era disco menjadi populer pada tahun 1970-an, dan banyak lagu disco mengandalkan musik elektronik dan synthesizer. Ini adalah periode awal musik dansa elektronik yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan EDM.
  4. 1980-an: Perkembangan teknologi synthesizer dan drum machine menciptakan dasar untuk musik dansa elektronik yang lebih modern. Genre seperti Italo disco, electro, dan acid house mulai muncul, dan lagu-lagu seperti “Don’t Stop the Music” oleh Yarbrough & Peoples menjadi populer.
  5. 1988-1989: “Summer of Love” di Inggris adalah saat di mana musik dansa elektronik mencapai puncaknya. Acid house dan rave culture muncul, dan festival-festival dansa besar seperti “The Second Summer of Love” mengguncang Inggris. Ini adalah awal dari gerakan rave.
  6. 1990-an: Selama dekade ini, genre trance, techno, drum and bass, dan banyak subgenre EDM lainnya berkembang. DJ dan produser seperti Paul Oakenfold, The Prodigy, dan Carl Cox menjadi terkenal. Musik dansa elektronik juga menyebar ke seluruh dunia dan mendapatkan popularitas di Amerika Utara.
  7. 2000-an: EDM semakin mendunia, dan festival besar seperti Ultra Music Festival dan Tomorrowland menjadi acara-acara utama di seluruh dunia. DJ superstars seperti David Guetta, Tiesto, dan Calvin Harris meraih popularitas global.
  8. 2010-an: Era “EDM Boom” melihat EDM mencapai puncak popularitasnya di seluruh dunia. Genre seperti dubstep dan electro house sangat populer. EDM mendominasi tangga lagu dan konser di seluruh dunia.
  9. 2020-an: EDM tetap menjadi genre yang kuat dengan banyak produser terkenal yang terus menciptakan musik baru. Meskipun pandemi COVID-19 mempengaruhi festival-festival besar, musik EDM terus berkembang di lingkungan digital dan melalui streaming.

Seiring berjalannya waktu, EDM telah berkembang menjadi genre yang sangat beragam, dengan subgenre dan variasi yang tak terhitung jumlahnya. Ini telah mempengaruhi berbagai genre musik lainnya dan memainkan peran penting dalam budaya pop modern serta dalam perkembangan teknologi musik elektronik.

Ciri Khas Musik EDM

Musik EDM (Electronic Dance Music) memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari genre musik lain. Berikut adalah beberapa ciri khas utama dari musik EDM:

  1. Penggunaan Peralatan Elektronik: Salah satu ciri khas utama musik EDM adalah penggunaan peralatan elektronik dan teknologi komputer untuk menciptakan dan mengolah suara. Ini termasuk penggunaan synthesizer, drum machine, komputer, dan perangkat lunak produksi musik.
  2. Ritme yang Kuat: EDM seringkali memiliki ritme yang kuat dan berirama, yang dirancang untuk menggerakkan pendengar dan memicu tarian. Beat-nya biasanya sangat teratur dan terkadang mengandung pola drum yang kompleks.
  3. Lapisan Suara: Musik EDM seringkali kaya akan lapisan suara yang kompleks. Produser menggunakan berbagai suara elektronik untuk menciptakan tekstur dan atmosfer yang mendalam dalam musik mereka.
  4. Penggunaan Efek Suara: Efek suara seperti reverb, delay, flanger, dan filter sering digunakan dalam musik EDM untuk menciptakan perubahan dinamika dan perasaan spatial dalam musik.
  5. Drop: Banyak lagu EDM memiliki apa yang disebut “drop,” yang merupakan bagian dari lagu di mana ritme dan melodi mencapai puncaknya. Drop seringkali penuh dengan energi, dan ini adalah momen yang dinantikan oleh penonton di klub malam dan festival EDM.
  6. Struktur Berulang: Banyak lagu EDM memiliki struktur yang berulang dengan pola pembangunan dan pengulangan yang jelas. Ini membuat lagu-lagu ini cocok untuk tarian dan membuat pendengar dapat merasakan musik dengan mudah.
  7. Diversifikasi Subgenre: EDM mencakup berbagai subgenre, seperti house, techno, trance, dubstep, drum and bass, dan banyak lagi. Setiap subgenre memiliki karakteristik uniknya sendiri, dan ini menciptakan variasi dalam suara dan gaya.
  8. Vocals: Meskipun tidak semua lagu EDM memiliki vokal, banyak di antaranya mencakup vokal yang sering kali sangat diproses dan dimodifikasi dengan efek suara.
  9. Penggunaan Visual dan Penampilan Panggung: EDM sering dikombinasikan dengan elemen visual yang spektakuler dan penampilan panggung yang mengesankan. Penggunaan efek cahaya, tampilan laser, dan tata panggung yang megah adalah bagian integral dari pengalaman EDM di klub malam dan festival.
  10. Pengaruh Budaya dan Gaya Hidup: EDM telah menjadi budaya dan gaya hidup tersendiri dengan komunitas penggemar yang bersemangat dan berdedikasi. Festival-festival EDM dan klub malam adalah tempat di mana orang berkumpul untuk merayakan musik ini, dan ada elemen komunitas yang kuat di dalamnya.

Ini adalah beberapa ciri khas utama dari musik EDM, meskipun perlu diingat bahwa genre ini sangat beragam dan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Banyak produser dan DJ menggabungkan elemen-elemen baru ke dalam musik mereka, menciptakan variasi yang tak terbatas dalam suara dan gaya EDM.

Nah itulah pengertian musik EDM, sejarah perkembangan, dan ciri khasnya. Melodika Studio Recording kebetulan menyediakan jasa aransemen lagu genre EDM. Bagi yang mau memesan layanan kami silahkan hubungi kontak kami di website sekarang juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hi!
Hubungi Kami Lewat Sini ya!